Testimoni

Testimonial

Silahkan meninggalkan pesan dan kesan anda tentang Desa Tembi. Kami sangat menghargai pengalaman dan informasi mengenai hal-hal yang anda ketahui mengenai Desa Tembi. Dengan komentar ini maka diharapkan dapat membangun Desa Tembi menjadi semakin maju untuk menjadi Desa Wisata yang lebih baik. Komentar tidak boleh mengandung SARA atau hal-hal yang menyinggung suatu pihak.

Komentar para artis yang ikut memeriahkan dalam acara NgayogJazz 2008 di Dusun Tembi terhadap Dusun Tembi pada tanggal 23 November 2008.

 

“Merupakan sesuatu yang smart bahwa ada orang-orang yang mau preserve hal ini. Dengan promote Desa Tembi tentunya juga akan promote Indonesia juga. Alam di Tembi juga indah. Ada sesuatu yang tidak bisa dibeli… Quality time sekarang sudah hampir hilang..padahal justru ada beberapa hal yang membuat waktu kita lebih berkualitas”

(Maya Hasan)

Maya Hasan dan Mahasiswa KKN Tematik Universitas Atmajaya Yogyakarta

“Bagus sekali kalau ada desa wisata, yang tumbuh bukan karena dibangun secara khusus sebagai daerah tourism. Tetapi memang tumbuh bersama masyarakatnya sebagai sebagai sebuah desa wisata yang kemudian bisa dipropose sebagai sebuah desa wisata. Sebetulnya ini sebuah kekayaan ya, yang dimiliki oleh desa wisata. Saya baru pertama kali ini kesini, kebetulan ini pertama kalinya dan kebetulan bersamaan dengan event ngayogJazz ini. Jadi saya belum pernah melihat desa ini tanpa ngayogJazz. Saya pada saat sekarang ini melihatnya kebetulan karena adanya event NgayogJazz. Sudah ada panggung, sound system, lighting, dll. Saya belum pernah melihat kesehariannya tanpa adanya event ini.

(Trie Utami)

Tri Utami dan Mahasiswa KKN Tematik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

“Saya memang dari tahun 2000 sudah sering ke Tembi. Nginepnya di Desa Wisata Tembi ini. Di Tembi, nuansa pedesaannya masih terasa. Saya salut sama Pak Dawud bisa jalanin desanya dan memberi inspirasi bagi desa Tembi ini. Saya sering mengajak keluarga dan teman-teman saya untuk datang ke Tembi. Menikmati suasana pedesaan yang tenang disini. Harapan saya, agar kondisi fisik yang ada tetap terjaga, nggak jadi modern sepenuhnya. Boleh ada unsur baru sedikit, tapi diusahakan agar keasliannya dan esensi desanya tetap dijaga. Sekarang ini banyak sekali orang-orang yang butuh “kekayaan batin” , dimana orang-orang sekarang banyak yang kehilangan “dunianya”. Di Tembi ini saya sering lihat-lihat kerajinan anyamannya. “

(Iga Mawarni)

img_7593

“Tembi ini eksotik, sangat unik. Terus terang saya baru mendengar tentang desa ini walaupun dulu saya sempat beberapa lama tinggal di Yogyakarta. Pada saat saya mengetahui bahwa saya akan datang kesini, saya excited sekali. Tembi ini saya lihat masih akan dapat sangat berkembang, tentunya jika terus didukung oleh sumber daya dan resource yang memadai. First impression, desa ini eksotik,sampai sulit saya ungkapkan dengan kata-kata. NgayogJazz sendiri merupakan suatu hal yang sangat bagus banget. Gak selalu music Jazz itu untuk kaum elite. Hal ini membuat musik Jazz kembali pada esensi dan darimana musik itu sendiri berasal, yaitu yang pada zaman dahulu untuk menghibur para perbudakan.”

(Koko Harso)

Koko Harso dan Mahasiswa KKN Tematik di Dusun Tembi